bertanya
aku berusaha menceritakan tentang ceritamu kepada mereka, tentang celanamu yang udah dua bulan masih melekat dan tak pernah berganti sejak musim oertama kau datang ke kota tua ini, kotarevolusi pada jamannya…aku juga bercerita tentang rumahmu yang terbakar dan hancur karena bumi yang gemetar, tentang uang sumbangan yang tak kunjung datang, dan tentang harapanmu yang punah pada tuan kota mu yang tak pernah mendengar keluhanmu, tentang hari-harimu, tentang anak-anakmu yang susah masuk sekolah yang tak pernah disubsidi oleh tuan kotamu, dan tentang kewajiban kamu membayar pajak setiap tahunnya dan tanpa imbalan kepadamu, hanya perusahaan feodalis yang ada..dan kamu tetap tersenyum sekakan menatap dunia ini hanya tuk sementara, dan biarlah hukum Tuhan yang melaksanakan semua..meskipun kau sering berkata dan bertanya diaman Tuhan mu ketika kau, istri dan anak-anak mu dalam keadaan lapar, dan berharap-harap sekaan harapan itu sudah bosan bertengger di badanmu.
juga aku ceritakan kepada mereka tentang kata-katamu yang dianggap kurang sopan, karena kau menuntut hak mu atas tanah pada tuan kota, tanah temoat tinggalmu yang terkena gusur kemarin sore oleh aparat yang cuman tangan kanan tuan kotamu.dan tanpa tukar rugi, sementara langit mendung dan mau menumpahkan isinya kepada bumi,yang sudah panas, dan enggan menerimamu..lalu kau berkata:”kepada siapa kami mengadu?”..
dan pertanyaan itu sering aku dengar dari golongan seperti mu dan jua aku..
tak lupa keluahan kamu sebelum tidur tentang harga sembako dan pendidikan, buku, dan pakaian-pakaian.semuanya seperti melambung tinggi sekakan tak tersentuh oleh tanah, dan biarlah semuanya berjalan tanpa mengikutkan kami sebagai penghuni kota tua ini.
aku juga berbisik kepada mereka dan mereka seakan tak tahu dan kabar yang kemarin-kemarin adalah sudah biasa di negeri kita ini, sudah terdengar dan sudah umum kalo keluhan-keluhan akan berkahir pada malammu ketika kau sudah mau merebahkan tubuhmu diranjang tua, dan berakhir pada sebotol anggur…sudahlah teman jaman kita sudah lain dari jaman revolusi, ketika kau sendiri ikut angkat senjata untuk merebut tanahmu kembali dari penjajah, daari bangsa yang bukan bangsamu, bergerak kau penuh harapan agar anak cucumu tak lagi susah seperti yang kau rasakan dulu.aku juga tahu betapa kecewanya hatimu, ketika melihat setelah masa angkat senjata kau dilupakan begitu saja, tanpa ada penghargaan sepeserpun, dan ibu kota revolusi ini menjadi saksi akan semuanya…seperti yang kau selalu bilang dan tersenyum..biarlah ini semua terjadi, dan lebih baik aku pergi selama-lamanya karena kota tua ini, tak lagi ada harapan untuk orang sekecil aku.
juga aku bercerita pada mereka tentang teman-taman mu yang berusaha membangun negeri ini setelah amsa penjajahan, dan mereka menerima penghargaan masuk tahanan tanpa ada pengadilan sebelumnya tanpa terbukti kesalahan, kau pun bertanya :”untuk siapa aku berjuang dulu merebut kota tua ini?”…
sore sudah mulai meninggalakan kotamu tan sebentar lagi kota tua ini akan diselimuti gelap, tanpa kau sadari harapan pagi mu untuk makan nasi sudah punah, dan tinggal berharap esok pagi ada rejeki dari Tuhan, dan bukan dari tuan kotamu
panggung
benarkah hidup ini panggung doang, jikalau benar, berarti kita cuman menjalani saja, tanpa memikirkannya karena kalo kita pikirkan selalau tambah mumet, dan gak jelas ujungnya, wait kenapa kita selalu kalo kita yang kit ajalani adlaah ujung2nya saja, tanpa berpikir kalo proses itukan lebih penting, sperti kata iwan fals, kalo tujuan bukan utama, yan gutama adalah prosesna…hehehe
baru saja aku jadi aktor dalam kalas kuliah, cuman aktor tanda tangan dan duduk saja, ya mungkin seperti itu kuliah (panggung kuliahku), karena begitu mala mendengar dosen , yang berbicara sendiri di depan, tanpa mengerti kalo kita sudah terlalu banyak ato kebanyakan mater, dan selanjutnya otak kita memang bukan otak kaleng seperti kaleng bensin (pada motor) yang selalu siap menerima bensin seliter ato lebih, dengan catatan kalo butuh..dan otak kita sendiri terlalu abstrak, dan tidak kelihatan, kenapa tidak di sisakan untuk ejnoy, uang jajan, pekerjaan, dan solusi-solusi hidup yang terlalu banyak..hehehe..kau protes ya sama hidup…
-
Archives
- April 2008 (1)
- March 2008 (1)
- January 2008 (3)
- November 2007 (2)
- September 2007 (3)
- August 2007 (12)
- July 2007 (25)
- June 2007 (20)
- May 2007 (15)
- April 2007 (21)
- March 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS