mengerjakan yang disuka

only person not with some title

dimana-mana

perjalanan yang melelahkan, teman, dan ternyata cukup banyak yang aku dapatkan dari seminggu ini, mulai dari permasalahan hidup yang sebenarnya dan bukan hidup dalam alam idealis kita sendiri, tanpa tahu relity yang ada, dan rakyat indonesia memang jauh dari kebebasan berfikirnya, mulai dari impian seorang untuk jadi pegawai gubermen, atau menjadi sukses dengan uang yang cukup meriah dan banyak, dan tidak tahu apalagi…
juga mulai dari pemilihan kepala desa yang menghabiskanbnayk-banyak duit sampai seratus juta bahkan lebih…wew…wew…itupun ada yang sampai hutang sana-hutang sini, tapi imbalnnya juga tak setimpal..wew..kenapa mesti direbutkan,..?…lagi-lagi sifat jawa, yang mau menegang segalanya demi kekuasaan dan demi harga diri yang bisa diandalkan untuk cerita-cerita orang di ladang sawah atau di warung-warung kopi ..karena memang tidak ada yang menariknya keculai kalo tidak diomongkan dan jadi bahan yang utama..:D
jangan kau tertawa kalau melihat dendam …dendam nenk moyang mu buyutmu atau kakek mu ..kepad keluarga si itu atau yang lain…mereka hanya mengikuti dendam yang tak jelas dan biasanya pemilihan kepala desa juga disebabkan karena rasa dendam masa lalau dan saling menjagokan, untuk bisa tertawa ..dan senang melihat kekalahan musuh bebuyutannya ,..kemudian pada generasi selanjutnya jua demikian mengikuti alur nenek moyangnya..jadinya memang kelihatan kalau jawa nisme memang ada dimana-mana…

June 30, 2007 Posted by cetak | public | | No Comments Yet

seperempatnya

seseorang yang mencintai dahulu kala, sekarang sudah mau jadi milik sepenuhnya orang lain, semoga saja dia bahagia.karena mungkin egoku aku menyia-nyiakannya, tapi jaman dulu ketika itu aku sudah mulai untuk kembali padanya, sebagai nebus semua kesalahanku, tapi sudahlah itu semua malah bikin hatinya sakit, dan selalu saja dalam hatinya aku pingin agar dia pergi dan tak kembali lagi..wedew..;;)
dia memang baik, dan tidak sombong, selalu berani menyimpan kejelekan oran lain, meskipun kecantikannya adalah biasa saja, emnurut pandangan umum.dia begitu berani mengintrogasi diriku ketika aku hanya menjalankan sekolah saja, tanpa disadari semua itu ada juga motifasi bagi diriku, untuk maju dan berpikiran “konsep double”.sadar atau tidak demikian dia juga ikut dengan hiruk pikuk nya kala itu.gadis manis yang terlempar oleh senyuman sendiri.
selama dikota itu seperempatnya aku habiskan untuk dia, sisanya adalah untuk teman-teman dan usaha bareng sama teman-teman.tapi ide muncul usaha waktu itu adalah ketika aku merasa tersaingi oleh dia yang bisa fight dengan konsekwensi dia juga selesai kuliahnya dan tidak menyia-nyiakan amanat dari bapak,tante dan bude nya. Semoga saja kau beruntung , Teman !!..
tidak ada yang aku sesali, dan tidak juga aku tangisi semuanya karena ku tahu itu hanya bisa dijadikan pembelajaran only, lebih nya we have to fight, lone or not lonely..benar kan ?
tru or not..itu urusan nanti teman, paling tidak kita bisa nyoba, demikan kata teman akrabku.
separuh waktu yang lain, kala itu aku habiskan dengan urusan bisnis kecil-kecil an yang bisa dan fight untuk di kota tua itu, bisa dibilang kami sudah separuh berhasil dalam merintisnya.meskipun terjungkal dan ambyar kala itu, separuh itu juga aku rasakan bagaimana pelajaran teman-teman kala itu ketika sebelumnya aku selalu menghabiskan waktu ku hanya untuk dia (gadis)..
selanjutnya, aku baru thu perasaan teman-temanku ketika mereka melihat teman seperjuangan mereka hanya mementingkan gadis, dan mereka juga ikut merasakan jomblo yang seringkali disalah artikan dengan kesepian…(sorry broo)
ya, tapi sebelum aku pergi meninggalkan kota itu, selalu saja aku berpesan kalau dia harus dapat sekolah sampai sarjana, bukan apa-apa, paling tidak itu bisa jadi motivasi bagi dia dan keluarganya.(terima kasih teman, kau menerima ideku)..
meskipun jelek dan tidak proporsional, tapi papling tidak ada cara untuk merubah semua dengan metode berpikir kita..
ah sudah lah..aku cuman mau cerita saja kalau dia sekarang sudah mau jadi milik orang lain.

June 30, 2007 Posted by cetak | katahati | | No Comments Yet

dilarang

barusan aku kemapus tercinta dan yang sedikit megah, ada seperti biasa aku jalan kaki jangna tanya mengapa?.tapi tanyalah apa yang saya temui dikampus yang aku cintai ini :P .

selanjutnya langsung menuju kantor biasa dengna satu meja, laptop diatasnya, duduk sendirian, rokok menyala tinggal setengah, meskipun haus dan air tidak disediakan lagi dikampus kita, ketika listrik baterai laptop mau habis, ambil baterai keluarkan dan mau colok di dalam kelas lewat jendela satu saja,ternyata dari dalam emang gak bisa dibuka, dengan paku yang menancap di jendela alias jendela tidak bisa dibuka, dan demikian akhirnya kesel dan apa saja bercampur muntab, pada siapa pula kau harus menyalahkan semua ini, toch aku cuman bayar kuliah tidak bayar untuk listrik.selanjutnya komputer kecil kukemas, langsung lanjut perjalanan kewarnet, hingga tulisan ini aku buat, terasa kesel dan hampir saja memecah kaca jendela satu itu.

masuk akal atau tidak , aku gka thau, pelakunya siapa aku juga gak tahu, bertanya atau mengadu pada siapa aku juga gak terlalu tahu, rasa bertanya takut, entar di black list * sama kampus, dan masuk dalam daftar mahasiswa dengan lulus harus lama.Temanku bilan gkalau protes itu harus bareng-bareng, dan kalau sendiri sama saja mengantrkan nyawa “ijasah” kita.Di negara demokrasi ini, kenapa mesti ada rasa takut seperti saya, untuk berbicara kepada pihak sana, dan apa benar itu hanya momok atau ilusi, tapi dalam kenyataan yang dilapangna memang benar apa adanya, dan cukup banyak juga korban yang berjatuhan.

bukankah negara demokrasi adlah negara dimana setiap warga bebas berbicara dan berpendapat, untuk kepentingan bersama. Atau kita masa bodoh saja, dan biarkan kebobrokan yang ada adlah hal yang wajar, karena sang introgator emang maunya seperti itu.

kesimpulan saat ini , may be kita dilarang sementara untuk bermain dengan listrik dikampus, karena listrik itu emang mahal harganya, dan biaya listrik itu juga berasal dari bayar spp yang untuk bayar spp itu adlaah hasil keringat orang tuaku dirumah.

June 27, 2007 Posted by cetak | kampus | | No Comments Yet

konsep hidup

masih sama saja dari kemarin kalau terlalu konsep yang banyak di kepala dan belum ada saupun jua penyelesaiannya, mungkin dari mana dulu yang saya mulai, konsep perdagangan atau konsep keilmuan yan gnyata eman gperlu, tadi pagi terasa banget optimis akan ada jalan keluar, sekarang emang lagi mengalami kebuntuan, tapi sudah benarkah kita punya konsep atau emang perlukah konsep untuk berjalan hidup.

dan benarkah antar teori dan kenyataan di negara kita berjauhan, bahkan seperti air dan api yan gsama sekali tidak pernah menyatu, atau emang gambaran kita yang terlalu jauh kedalam lautan teori sehingga kita susah untuk keluar dan melihat kenyataan kalau kita emang dalam hidup yang sebenarnya.

bukankah konsep tentang negara ini sudah jauh melanggar dan tidak memperdulikan lagi. seperti halnya konsep pendidikan yang tidak mementingkan perlunya pengertian dan hasil, melainkan perlunya nilai A atau yang lebih bagus lagi, atau perlu dengan keuangan alias SPP.

sedangkan konsep adalah jalannya sebuah proses, dan jalan itu banyak sekali menemui rintangna, entah dari diri sendiri atau emang ari faktor luar, benarkah itu teman ?.

pernahkah kamu singgah barangkali dimalam hari untuk membicarakan konsep hidup esok hari unutk kita jalani, atau kita sengaja membiarkan semuanya berjalan secara kebetulan saja.

terlalu banyak konsep yang tersusun diotak, jalan buntu, dan konsep hanyalah konsep tanpa tindakan nyata adalah konsep dengna nilai 0 atau zero kamu bilang.

may be kit abutuh antar konsep dengna kenyataan, atau butuh alternatif jalan tengah, seperti halnya teman saya bilang mungkin “bagaimana ya “  itu dibesarkan dalam pikiran kita, ketika menghadapi kenyataan , may be ada benarnya…

ketika kita berhadapan dengan sesuatu kita tak mungkin lari atau memungkirinya melainkan kit abertanya bagaimana solusi yang terbaik, dan selanjutnya bagaimana solve the problem yang jitu.

June 27, 2007 Posted by cetak | public | | No Comments Yet

barusan

barusan saja dia nelpon minta koleksi tulisan-tulisanku untuk mungkin dicaba atau barangkali ada yang mau melanggar perjanjian ..hehehe
semoga saja tidak begitu karena aku tahu dia tidak sebegitunya..udah-mudahan saja dia tidak terlalu banyak nanya yang gak penting, kos hidup sudah rumit, dan kita tidak usah membuang pikiran yang ke hal-hal yang gak perlu dan tidak realis..benar bukan ?
aku jua tahu kalo aku memang gak bisa curhat sendirian, maka alternatifnya bisa jadi layar yang aku curhatin .:D

June 26, 2007 Posted by cetak | katahati | | No Comments Yet