dilarang
barusan aku kemapus tercinta dan yang sedikit megah, ada seperti biasa aku jalan kaki jangna tanya mengapa?.tapi tanyalah apa yang saya temui dikampus yang aku cintai ini
.
selanjutnya langsung menuju kantor biasa dengna satu meja, laptop diatasnya, duduk sendirian, rokok menyala tinggal setengah, meskipun haus dan air tidak disediakan lagi dikampus kita, ketika listrik baterai laptop mau habis, ambil baterai keluarkan dan mau colok di dalam kelas lewat jendela satu saja,ternyata dari dalam emang gak bisa dibuka, dengan paku yang menancap di jendela alias jendela tidak bisa dibuka, dan demikian akhirnya kesel dan apa saja bercampur muntab, pada siapa pula kau harus menyalahkan semua ini, toch aku cuman bayar kuliah tidak bayar untuk listrik.selanjutnya komputer kecil kukemas, langsung lanjut perjalanan kewarnet, hingga tulisan ini aku buat, terasa kesel dan hampir saja memecah kaca jendela satu itu.
masuk akal atau tidak , aku gka thau, pelakunya siapa aku juga gak tahu, bertanya atau mengadu pada siapa aku juga gak terlalu tahu, rasa bertanya takut, entar di black list * sama kampus, dan masuk dalam daftar mahasiswa dengan lulus harus lama.Temanku bilan gkalau protes itu harus bareng-bareng, dan kalau sendiri sama saja mengantrkan nyawa “ijasah” kita.Di negara demokrasi ini, kenapa mesti ada rasa takut seperti saya, untuk berbicara kepada pihak sana, dan apa benar itu hanya momok atau ilusi, tapi dalam kenyataan yang dilapangna memang benar apa adanya, dan cukup banyak juga korban yang berjatuhan.
bukankah negara demokrasi adlah negara dimana setiap warga bebas berbicara dan berpendapat, untuk kepentingan bersama. Atau kita masa bodoh saja, dan biarkan kebobrokan yang ada adlah hal yang wajar, karena sang introgator emang maunya seperti itu.
kesimpulan saat ini , may be kita dilarang sementara untuk bermain dengan listrik dikampus, karena listrik itu emang mahal harganya, dan biaya listrik itu juga berasal dari bayar spp yang untuk bayar spp itu adlaah hasil keringat orang tuaku dirumah.
konsep hidup
masih sama saja dari kemarin kalau terlalu konsep yang banyak di kepala dan belum ada saupun jua penyelesaiannya, mungkin dari mana dulu yang saya mulai, konsep perdagangan atau konsep keilmuan yan gnyata eman gperlu, tadi pagi terasa banget optimis akan ada jalan keluar, sekarang emang lagi mengalami kebuntuan, tapi sudah benarkah kita punya konsep atau emang perlukah konsep untuk berjalan hidup.
dan benarkah antar teori dan kenyataan di negara kita berjauhan, bahkan seperti air dan api yan gsama sekali tidak pernah menyatu, atau emang gambaran kita yang terlalu jauh kedalam lautan teori sehingga kita susah untuk keluar dan melihat kenyataan kalau kita emang dalam hidup yang sebenarnya.
bukankah konsep tentang negara ini sudah jauh melanggar dan tidak memperdulikan lagi. seperti halnya konsep pendidikan yang tidak mementingkan perlunya pengertian dan hasil, melainkan perlunya nilai A atau yang lebih bagus lagi, atau perlu dengan keuangan alias SPP.
sedangkan konsep adalah jalannya sebuah proses, dan jalan itu banyak sekali menemui rintangna, entah dari diri sendiri atau emang ari faktor luar, benarkah itu teman ?.
pernahkah kamu singgah barangkali dimalam hari untuk membicarakan konsep hidup esok hari unutk kita jalani, atau kita sengaja membiarkan semuanya berjalan secara kebetulan saja.
terlalu banyak konsep yang tersusun diotak, jalan buntu, dan konsep hanyalah konsep tanpa tindakan nyata adalah konsep dengna nilai 0 atau zero kamu bilang.
may be kit abutuh antar konsep dengna kenyataan, atau butuh alternatif jalan tengah, seperti halnya teman saya bilang mungkin “bagaimana ya “ itu dibesarkan dalam pikiran kita, ketika menghadapi kenyataan , may be ada benarnya…
ketika kita berhadapan dengan sesuatu kita tak mungkin lari atau memungkirinya melainkan kit abertanya bagaimana solusi yang terbaik, dan selanjutnya bagaimana solve the problem yang jitu.
-
Archives
- April 2008 (1)
- March 2008 (1)
- January 2008 (3)
- November 2007 (2)
- September 2007 (3)
- August 2007 (12)
- July 2007 (25)
- June 2007 (20)
- May 2007 (15)
- April 2007 (21)
- March 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS