mengerjakan yang disuka

only person not with some title

pernah

pernah aku bercerita kepadamu, kalau pagi-pagi sudah ada tukang sapu berjalan dan menyisir jalan raya yang biasanya diapaki sama kita, dan ada sampah yang sengaja kita buang disana, karena hal itu sudah biasa bukan di kota kecil kita?.

juga pernah aku berkata, kalau jam sepagi mungkin sudah ada, ibu-ibu berangkat kepasar, untuk menjual barang yang laku, seperti beras, sayuran, cabe, dan juga peralatan rumah tangga lainnya. dan mereka juga pulang agak siang hari, kerja keras, kadang sampai menitik air mata ketika aku menyaksikan itu semua, sekelompok manusia berjuang untuk mendapatkan hidup. Dan menurutku mereka lebih daik, daripada bernasib seperti mereka, yang hidup dari uang rakyat, dan memeras keringat rakyat, tapi tidak pernah membela kepentingan rakyat..lalu pada siap mereka membela dan bertanggung jawab aas ini semua.?

juga udah pernah aku bercerita kepadamu, kalau pagi hari di kota kecil ini terasa dingin, dan bahkan semakin menggila. Dan pada kebiasaan kami kalau dingin adalah kopi sebagai teman untuk merokok, ngopi dan bercerita-cerita semakin tinggi dan sampai gak tahu sampai dimana cerita kita…

juga udah pernah aku singgung, kalau aku sekarang masih belum lulus dari menara gading pendidikan, padahal sudah banyak yang bilang, dan aku cukup sadar kalau kuliah jaman sekarang sudah gak bermutu..eh..benar gak ya :D

dan tetap saja kalangan kamu intelktual kampus, juga gak peduli dan menyingkirkan idealis mereka, akrena mereka terhalang kelulusan, oleh ancaman kampus berupa D.O bila mahasiswa terlalu banyak bicara, dan itu adalah hak kampus, sementara hak berbicara adalah dibayar dengan D.O..dan itu terjadi pada negara kita yang katanya berbasis demokrasi, dan pancasila, juga lebih halus lagi musyawarah guna mufakat.

lalu siapakah mufakat itu ?

dan siapakah demokrasi ?..sehingga kedua kata-kata itu terlalu kita ucapkan dengan gampang, dan tanpa tidak kita sadari kalau kita juga menginjak kata-kata yang kita dengungkan.

pagi 4:35 WIB

July 25, 2007 Posted by cetak | public | | No Comments Yet

pengetahuan

kadang bayang-bayang itu selalu melintas saja dengan seenaknya, tanpa permisi, datang dan lalau pergi …

seperti angin saja ya :D
lalu kuamati kau juga demikian sama aku, tanpa aku sadari semua emangĀ  seperti itu.

aku juga gak mau, dan kadang bosan juga melakukan ini semua, tapi kalau emang ini sudah ada didepanku, lalu aku mau bilang apa lagi..?

dan juga aku harus bertanya pada diriku sendiri, kapan aku harus berhenti, lanjut atau belok kiri..?

selalu dari dulu ikuti arus saja, tanpa tahu kapan arus itu perlu berhenti.

July 25, 2007 Posted by cetak | katahati | | No Comments Yet