semester baru
hari ini hari yang mendebarkan, may be bagi orang biasa aja, tapi bagi ku ini tidak, karena telah dapat akses komputer dan klik serta mencentang key “Skripsi”, dengan dosen yang terlalu killer juga menurut mereka.
gembira campur aduk, tapi juga gak enak kalau bercerita didepan temanku yang notabene, lagi malas kuliah, takut dia tersinggung, atau apalagi ..pernah aku nyoba untuk berkonsultasi sama dia, tapi jawabnya malah gak enak, dan seakan bilang kalo kami adalah orang kaya raya, dan bukankah aku disini serba kekurangan seperti dia juga.
cuman kalau ada ide sebagus itu kenapa mesti ditolak dengan demikian, terlalu sering juga gak enak, tapi kalau tidak sama sekali juga gak enak, kan kita sama-sama teman, dan yang baik untuk teman adalah yang saling mengingatkan, bukan kah demikian??.
waktu cuman dikit, dan sampai sekarang juga belum ada gambaran tentang bagaimana saya buat skripsi yang tidak melanggar hukum, karena kalau saya memakai windows, nt juga skripsi saya buat diatas OS yang tidak legal, alias bajakan, dan tidak mungkin seandainya mahasiswa beli CD original, dengan harga yang terlalu tidak terjangkau.
mau buat skripsi diatas platform unix, kemampuan kita emang pas-pasan, karena ditempat kuliah hal kata-kata linux adalah hal yang sangat asing, dan terkenal “dificult”, demikian pandangan yang sempit yang ada sekarang ini, mulai dari konsep TCP/IP yan gmenakutkan, dan menjlimetkan, karena emang kita tidak tahu harus dikemanakan TCP/IP itu ?. kecuali kalau kampus kita setiap hari menerima usulan kami yang selalu membangun, tanpa ada rasa curiga dari pihak kampus.
yang salah dan benar saya tidak tahu, cuman saya berusaha untuk mengambil jalan yang lebih baik, dan tidak melanggar hukum yang ada di negara kita. dan berapa banyak mahasiswa seperti saya yang senang menggunakan windows bajakan. dan perlu kiranya kita mengucapkan terimakasih kepada microsoft karena telah membuat program aplikasi dan operasi dengan demikian kami dapat membajak bersama-sama, dan hukum juga tetap jalan.
seperti nya sangat susah dan njlimet, butuh onsen dikit, dan tidak usah sok-sokan senior dan sok pinter, itu kuncinya.
semoga bisa terlaksana, apa yang ada, dan lancar ..
amieen..
pernikahan
kemarin sempat ikuti, ritual orang jawa, yang mau pengantin atau menuju kepelaminan, dimulai dari menghitung hari, cari yang tepat, sampai hari yang terlarang mendirikan terob, sepengalaman kemarin hari kamis pahing, tidak boleh mendirikan terob.
kemudian sebelum hari H ,akad nikah, pengantin diusahkan untuk ziarah ketempat nenek moyangnya yang sudah meninggal dunia, dan berdoa, tapi tidak minta restu, cuman berdoa saja, mungkin ritual ini kalau dulu kita bayangkan seperti pemujaan, dan datangnya agama baru, kemudian bergeser dikit demi dikit.Orang jawa emang perlu untuk memberitahu nenk moyang nya akan hal yang skral yang akan dikerjakan.
kemudian selanjutnya aku bercerita tentang mengundang orang kampung, untuk berdoa, begini :
tuan rumah memanggil beberapa tetangga dekat sekitar lima orang, sebagai sinoman, dan sebelum mereka berangkat mengundang, sinoman ini terlebih dahulu diberi makan di tempat tuan rumah, setelah itu baru ada pembagian jatah kerja , wilayah per Rt untuk diundang, hebat benar orang jawa, sebelum bekerja dikasih makan dulu, atau dibayar dulu, jadi sinoman biar gak ngambek.heheheh
selanjutnya setelah orang-orang pada berdatangan, sebelum berdoa disuguhkan dulu makan rokok, dan minuman, ada yang menarik ketika saya mau mengangkat tumpeng dan embel-embelnya, ketika saya mau mengangkat embel-embel tumpeng terlebih dahulu, para orang tua, melarang saya, karena hal demikian tidak boleh, aku sendiri tidak tahu, kenapa tidak boleh, harusnya menurut mereka, harus tumpeng terlebih dahulu yang diangkat, kemudian baru embel-embelnya.
sebuah simbol hal kebesaran, disini menurut saya, maaf saya bukan seorang budayawan, tapi sedikit pandangan saja, kalau orang jawa emang suka dengan simbol dan kebesaran, dengan atau tidak perhitungan.hehehe..jadi yang besar dan megah dulu di dahulukan selanjutnya kecil atau jelek pun tak masalah .
to be continue…
senin pagi
senin pagi jam 02:25:32 WIB
waktu setempat masih terlalu pagi, dan mata masih kuat untuk melihat yang berbau forum, ada jaringan , ada juga tentang lagu-lagu, juga tak lupa kamera di belakang saya ..yang siap untuk mengintai semua nya.
bukan jadwal kita disni, tapi kebetulan teman yang jadwal lagi gak disini, dan akhirnya aku yang sanggupi untuk masuk.
bete …denger lagu..nulis..seharian dikos aja, tidur-2 an ..ada jug ainstall komputer cewek yang gak dapet apa-2..dan cuman say heelllo aja..heheh
juga sepertinya aku yang mengemis pada mereka, tanpa kusadari aku membawa diriku ke sana, terkadang, aku juga merasa lelah dan timbul pertanyaan, kenapa aku selalu kearah kesana, menolong orang tanpa tahu diriku, rela berjalan jauh..untuk kepentingan orang, adalah aku saat ini. Ada juga yang memanfaatkan keadaanku, juga ada juga yang tahu kelemahan, dan ambil pengertian ..
semoga suatu saat aku ketemu jalan yang benar dan ada keadilan disana, Amien .
damprat
kemarin saya pinjam motor teman B, pakai ke warnet, sampai di warnet K, bensin habis, dan terpaksa aku ayng ngisi, karena statusku pinjam, uang keluar untuk bensin seliter. Selanjutnya teman S datang kewarnet K dengan motor D, dan sudah bosan akhirnya aku pulang ke kost KR, pakai motor si D. hari ini saya pergi ke warnet K naik bus kota dua kali dengan biaya selisih seribu lebih murah dari bensin seliter. ketemu sama teman S dan motor B yang kemarin saya pakai dan isi bensin.
akhirnya si S pulang dan motor B yang dengan tangki motor bensin yang kosong, diberikan pada saya. Terpaksa saya isi lagi hari iniĀ bensin motor B.
jam 6 sore yang punya motor B telphon marah-marah dan minta motornya dikembalikan ke kosnya jam 7 , kelabakan dan merasa kecewa dikit, berbuat baik dan merasa belum makai motor sudah isi bensin, lalu dapat marah..
berbuat baik kok dapat marah ya, sial banget hari ini.mulai dari yang kampus sampai ke K, orang kecil seperti saya cuman bisanya sabar dan menerima dengan lapang dada, selama harga diri kita masih dihormati, dan sebuah kehormatan bila hari ini bisa minjam motor, dan mau memakai, belum sempat memakai, isi bensin, dan kena damprat..
dasar damprat emang damprat
semakin kompleks
setiap orang di dunia ini pasti berharap akan kesenangan, dan kesenangan juga tidak gampang didapat, banyak beragam jenisnya untuk jalan kesana, diantara satunya bisa jadi pengusaha, pegawai, buruh dan juga tani.
serta ada opini lain, kalau pendidikan bakal meningkatkan jenis pekerjaan kita di mata masyarakat kita.Benar atau tidaknya aku juga kurang mengerti, setidaknya aku amati, banyak sekali pengangguran di negeri ini, sarjana yang tidak tahu jalan kedepan harus bagaimana?.sudah lulus dan bangga dari jeratan birokrasi kampus yang bertele, lalu keluar berhadapan dengan hukum yang tidak pasti dan tentu sangat rancu lagi.
disini kita , aku kamu dan mereka, sama-sama belajar tentang hidup, berjalan meskipun hasil yang kita daptkan (ekonomi) sama dengan biaya yang kita keluarjan untuk berjalan.(biaya produksi) rakyat miskin kota hanya terbatas pada ekonomi untuk kebutuhan pokok, seperti makan, dan rokok saja, kesejahteraan badan, atau kelembutan kulit dan wajah adalah nomor sekian.heheheeh
(jangan tersindir ya broo..)
selanjutnya aku bercerita tentang kehidupan anak kampus, yang berusaha mendapatkan jalan hidup, dengan tempuh segala cara tapi masih dalam aturan, meskipun yang didapatkan adlah tak lebih dari seorang yang membaca koran atau situs internet dua jam perhari.berbicara tentang kesejahteraan seorang buruh warnet, yang kesehariannya cuman menghitung uang, melayani user, terkadang juga mendengarkan amarah bos, kalau lagi hatinya pingin mengumpat, umpatan dari kekesalan suaminya atau dari pelanggannya yang lain.Sebagai buruh warnet tetap saja kita terima, mau mengadu juga kemana, gak ada badan hukum yang mau menerima dengan tangan kosong, dan mulut berbui saja, tak mungkin tak ada embel-embel (mel-melan).Disamping itu juga mau cari kerjaan lain juga amat susah yang part time, keuntungan yang kami dapatkan hanyalah sebatas koneksi informasi dunia maya yang tak terbatas, mudah-mudahan ini menjadi hak kami yang tidak dihilangkan di kemudian hari.Karena dengar-dengar isu kemarin kalau operator warnet tidak boleh lagi browsing, alamaa..mau dikemanakan nasib kami yang mau sedikit belajar saja, dan dengan imbalan tenga kami, serta kuping kami ketika bos marah-marah, disamping meneruskan kuliah, yang tak mutu, dengan sistem pendidikan yang tak pernah diupdate.
mau mengandalakan kehebatan jalur maya di kampus kami, adalah seperti merindukan bulan di siang hari, dan hal yang tak pernah mungkin, kita dapatkan.Padahal biaya adalah sepenuhnya dari kami, dari SPP kami yang setiap semester kampus selalu menagih kami, dan kenapa fasilitas hanya seminim dan limit bahkan dibilang tak pantas atau tak layak, pada siapa lagi kami mengadu, haruskah semuanya pada Tuhan.Dan bukankah Tuhan tlah memilih manusia satu untuk jadi hakim didunia ini?..lalu kemana hakim-hakim itu ketika kami mendapatkan masalah yang menimpa kami?..
belum-belum masalah dapat koneksi, membayar saja harus lewat calo, dan calo-2 sering bertingkah ulah, seperti seenaknya sendiri.aneh bin ajaib, jalur data yang dibeli dari luar sampai sini bisa naik 13 kali lipat jika dibandingkan dengan harga aslinya, hal seperti inilah yang membuat kita jadi bodoh dan terbodohi,hanya berdoa saja yang kita bisa, mengadu juga kita bersiap melawan laras panjang.
memang benar kalau kemakmuran hanya untuk anjing situan polan, dan kemakmuran hanya ada dalam dongeng bagi rakyat kecil seperti kami, meskipun konsep kemakmuran telah ada sejak revolusi agustus ‘45, dan sampai saat ini hanya ada dalam literatur kertas, yang diperdebatkan, dan hanya sampai pada mulut-mulut pendepat saja, tanpa bisa sampai pada kami.
mulut-mulut yang berbau janji dan harapan-harapan yang selalu hilang ketika perut mereka kenyang dan naik merci..mulut-mulut yang berbau amis, oleh keringat rakyat kecil, mulut-mulut yang tak pantas lagi untuk kami hadapi.
belum selesai masalah Hutan yang habis, tambang yag dicuri, dengan persetujuan yang kami tak tahu.masalah pembebasan lahan, rumah kolong jembatan, kelaparan serta buta huruf dan buta informasi.
mungkin dulu kita masih buta huruf, dan sekarang kita jua buta informasi..alamaak…semakin kompleks saja permasalahan ini.
-
Archives
- April 2008 (1)
- March 2008 (1)
- January 2008 (3)
- November 2007 (2)
- September 2007 (3)
- August 2007 (12)
- July 2007 (25)
- June 2007 (20)
- May 2007 (15)
- April 2007 (21)
- March 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS