mengerjakan yang disuka

only person not with some title

tukang parkir vs operator

kemarin saya diskusi dengan tukang parkir, dan bercerita tentang gaji/upah yang diterima..juga datang teman saya dari australia dan bekerja TI di sana.dan sambung menyambung jadi satu ..intinya tetap sama dan berakhir dengan ejekan tukan gparkir warnet, kalau gaji nya lebih besar dari operator warnet..
saya tidak memihak tukang parkir atau gaji yang lebih besar, melainkan nasib pekerja di indonesia, yang selalu tidak beraturan, dan pada akhirnya membuat si pemodal tetap kaya, dengan menginjak injak, memerintah segalanya terkadang dari luar kerja kita..
sekedar sharing saja, kalau standart gaji untuk IT kita tidak ada kejelasan, boleh diluar sana ada standart perjamnya berapa, dan hubunganya bagaimana bangsa kita belajar menghormati ilmu atau pendidikan itu sendiri, dan juga semakin banyak orang frustasi karena emang berakhir dengan kekecewaan..
menurut pendapat mas-mas..tentang gaji IT (semisal operator warnet) atau yang lainnya dengan tukang parkir, atau buruh pabrik kenapa mesti sama atau emang kenapa mesti dengan standart pendapatan daerah, yang selama ini pemerintah juga jarang mengumumkan berapa pendapatan daerah kita..
haruskah kita meniru seperti di luar negeri dengan standart perjam ?
dan haruskah gaji melihat bidangnya ?

August 8, 2007 Posted by cetak | public | | No Comments Yet

tenaga kerja

sekarang agak susah juga mau ngenet di kantor, karena bos kecil juga selalu awas-awasi kita yang lagi ngenet, may be kita juga dikasih harga perjam nya, tenaga kita dibayar murah..meriah dan tidak ada aturan khusus untuk pembayaran tenga IT di negara kita.Obrolan yang asik dimalam hari, bersama teman saya tukang parkir, yang mengeluh tentang hidupnya, tidak jauh dari lahan parkir warnet, sepeda ontel, dan muka kusut selalu menghias di wajahnya.Enggan untuk berias wajah, karena emang seperti ini kenyataannya.
Obrolan tentang tenaga kita yang dibayar murah, karena emang dari pemerintah sendiri belum ada aturan/ perda untuk tenaga kerja parkir, tenaga kerja buruh, dan tenaga kerja IT (aturan spesifik).Menyebabkan pihak yang pemodal, dengan seenaknya menetukan harga tenaga lebih murah dan mempermainkan dengan seenaknya, disisi lain lapangan kerja yang sangat sedikit, dan kita sebagai buruh hanya bisa berebut sesama teman kita untuk mendapatkan lahan pekerjaan, karena emang hidup terus berjalan, dengan atau tanpa uang.
temanku yang pernah bekerja di australia, dia begitu dengna PD nya dihargai dengan gaji yang terhitung perjam nya, dan dia hanya tertawa kecil ketika orang sperti saya dan yang lainnya hanya sebatas per shif, alias gaji saya operator IT tidak lebih dari tukang parkir sama, kita bekerja berbeda-beda dan tenaga kita juga beda, dan hal yang sama kita dapatkan, menurutmu apa emang seperti ini keadilan yang ada di indonesia?.
hal yang lain lagi, menimbulkan tidak dihargainya pendidikan kita di di mata orang lain, pendek kata, ketika ada orang yang bilang, untuk apa kita belajar IT dan bekerja disana toch harga tenaga kita sama dengan tukang parkir, dan mungkin lebih besar lagi..?:D
efek javanisme juga ada timbul dari sini, dan menyebabkan masalah yang sangat komplek, untuk mencoba mengatasi yang sudah menbudaya. Hal yang aku sesalkan di Indonesia, khusunya di tempat saya bekerja, kenapa fasilitas ngent gratis tidak saja diberikan pada kryawan, untuk dana kesejahteraan?..kasihan benar, antar tuan dan karyawan tidaka dan pengertian…dan nasib kita semakin tidak jelas, disebabkan malasnya  orang diatas sana memikirkan nasib kita.Karena pada nasib rakyat bawah (buruh), jauh ditinggalkan oleh priyayi diatas sana, tidak menghasilkan uang buat dia.
belum lagi masalah tenga kerja di Luar negeri, yang setiap person membayar pajak pada negara, dan terhitung sangat banyak sekali rakyat kita yang diluar negeri membayar pajak pada pemerintah, dan mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari majikannya disana, dan ketika mengadu kepada pemerintah kita, aduan itu tidak sampai beritanya dan menghilang begitu saja. Yang sampai di negeri kita adalah berita kesedihan, berdoa, dan guruku bilang berdoa adalah pengemis, tanpa usaha berdoa hanya menghibur hati yang sedang luka, tuk sementara.
kalau aku diijinkan akan aku buat sebuah koran yang khusus untuk memberitakan, serta menerima pengaduan tentang pekerja kita yang diluar negeri, dan setiap negara ada perwakilan untuk pengaduan.menurutmu konsepnya seperti apa yang tepat..?:D
sebuah mimpi kali ya ..
semoga saja mimpi ini jadi kenyataan, dan semoga berdoa tidak dianggap pengemis lagi.

August 8, 2007 Posted by cetak | public | | No Comments Yet

hidup yang indah

jangan terlalu mengharap pada teman akan meluansi kewajibannya pada kita, menuntut pada kita untuk melunasi hak kita sendiri itu lebih bagus, karena menurut ajaran yang bagus, tangan yang diatas lebih bagus daripada tangan dibawah. realnya kalau seandainya kita hanya berharap dan meminta teman kita untuk melaksanakan kewajibanya, dan posisi kita ada di bawah, dan bukan kah sebuah kehormatan ketika kita ada yang sama derajat dengan mereka, waktu kita menolong mereka, berbuat seadil adilnya, untuk kita sendiri dan lingkungan kita.
berhak untuk melaksanakan kewajiban kita pada teman, dan tidak berharap teman untuk memnuhi hak kita..hal yang sangat sulit sekali diterapkan, dan jarang terjadi, karena perbuatan kita selalu untuk pamrih untuk dikemudian hari, dan bertanya lah pada kita semua, tentang sebenranya aturan yang tepat seperti apa?..
selain itu juga akan bagus, ketika tangan kita sama dengan tangan mereka, sama-sama memenuhi hak dan kewajiban, hidup yang indah, yang hanya terjadi pada masyarakt yang sadar akan huku, dan sosial yang tinggi ..:D

August 8, 2007 Posted by cetak | public | | No Comments Yet