tukang parkir vs operator
kemarin saya diskusi dengan tukang parkir, dan bercerita tentang gaji/upah yang diterima..juga datang teman saya dari australia dan bekerja TI di sana.dan sambung menyambung jadi satu ..intinya tetap sama dan berakhir dengan ejekan tukan gparkir warnet, kalau gaji nya lebih besar dari operator warnet..
saya tidak memihak tukang parkir atau gaji yang lebih besar, melainkan nasib pekerja di indonesia, yang selalu tidak beraturan, dan pada akhirnya membuat si pemodal tetap kaya, dengan menginjak injak, memerintah segalanya terkadang dari luar kerja kita..
sekedar sharing saja, kalau standart gaji untuk IT kita tidak ada kejelasan, boleh diluar sana ada standart perjamnya berapa, dan hubunganya bagaimana bangsa kita belajar menghormati ilmu atau pendidikan itu sendiri, dan juga semakin banyak orang frustasi karena emang berakhir dengan kekecewaan..
menurut pendapat mas-mas..tentang gaji IT (semisal operator warnet) atau yang lainnya dengan tukang parkir, atau buruh pabrik kenapa mesti sama atau emang kenapa mesti dengan standart pendapatan daerah, yang selama ini pemerintah juga jarang mengumumkan berapa pendapatan daerah kita..
haruskah kita meniru seperti di luar negeri dengan standart perjam ?
dan haruskah gaji melihat bidangnya ?
No comments yet.
Leave a comment
-
Archives
- April 2008 (1)
- March 2008 (1)
- January 2008 (3)
- November 2007 (2)
- September 2007 (3)
- August 2007 (12)
- July 2007 (25)
- June 2007 (20)
- May 2007 (15)
- April 2007 (21)
- March 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS