mentok
pagi hari selasa matahari enggan bersinar, laptop masih menyala, alunan musik masih setabil.sementara dompet masih tipis mengaga, dan berkata, kapan aku bisa berisi?..duit emang penting banget jaman sekarang, merokok dan makan itu keperluan yang sangat penting dan vital.
mengunjungi teman, dan tak ada dirumah, karena kita mengharapkan pinjaman, karena tanpa pinjaman dari teman tak mungkin untuk saat ini bisa makan, bukan berharap pada teman, tapi segitu standart untuk bertahan hidup saat ini.
temanku sebelah kamar, mengundang untuk mancing di sebuah pemancingan, karena ada ceweknya, yang baru datang dari pulau bali, entah disini mau liburan, atau mau bertahan hidup, saya tidak tahu.
dan untuk pemancingan emang butuh biaya, tidak sekedar nongkrong, makan dan rokok, gratis.karena itu bukan sifat dasar ku, teman.
belum lagi mencari pesanan buku, buat teman, kenapa semua terasa jadi beban, buat ku, bukankah itu sebaiknya jadi tantangan, dan kita enjoy untuk jalaninya.pernah kau dengar kalau kita lebih enjoy menjalani sesuatu seperti hobi, atau kesenangan, bukan sebagai beban.kapan kau merasa mengerjakan sesuatu dengan kata yang terakhir?.
sementara disisi lain, abangku yang ada di kota S besok pagi menikah, dan mau tak mau sebagai kehormatan, aku diundang, untuk hadiri pesta mereka, karena dia adalah abang sekaigus sahabatku kalau aku di kota S.kenapa semua terasa jadi beban?.
semester besok adalah kesempatan untuk dapetin kupon skripsi, dan harus seharusnya selesai dengan 6 bulan, atau satu semester?…juga pengembangan perangkat lunak, yang aku sendiri masih bingung, untuk mendapatkan judul yang tepat, bingung karena aku sendiri gak tahu, apa sebenarnya yang aku bingungkan?.mau buat project yang besar dan unix, tapi kemampuan diri seakan gak cukup, jug waktu yang terlalu sempit, karena manusia terbatas,belum lagi gaungan dari rumah, juga si dia , yang selalu menuntut aku untuk selesaikan dengan cepat, karena kalau terlalu lama, bisa-bisa dia bosan, akan penantian.
satu sisi hidupku yang mengarah pada sana, tidak bisa tidak, belum lagi kalau aku berhadapan dengan ibundanya, yang selalu bertanya dan mengadili aku seperti aku terdakwa, yang tidak juga kelar, permasalahannya. Jangan lari dan tidak lari, karena lari emang sifat dasar pengecut. Tidak bunda aku tidak lari, aku hadapi karena aku emang lelaki, anakmu yang selalu mengingkari omonganmu, dan tak berani mbantah, padamu.Juga dirimu yang agung, yang tak pernah menyalahkanku semenjak aku dari kecil.
kita kejar
apa yang kita kejar dari membuat skripsi ?
- ingin sebagai syarat untuk lulus?..
- ingin membuat wah, agar aplikasi yang kita buat bisa dipuji sama orang
- ingin membangun dan mengkontribusi pada dunia IT
- ingin tahu dan cinta pada pekerjaan kita sebagai analisis software
menurut pak budi, pendapatnya tentang dua orang yaitu bill gates dan steve job, adalah mereka pada dasarnya suka mengerjakan sesuatu karena cinta pada apa yang sedang mereka lakukan, dalam hal ini software developtment. Bukan karena uang, kehormatan pingin dipuji, melainkan untuk kesenangan pada apa yang mereka kerjakan, sesuatu hal yang sangat sulit, disisi lain kita selalu beranggapan kalau program ini itu sangat susah dan njlimet, tapi disisi lain orang dengan alasan suka saja mereka bisa mendapatkan semuanya termasuk kehormatan, keuangan, dan bisa bersosialisasi dan kontribusi pada dunia pendidikan, dan teknologi.
saya amati kebanyakan dari kaum saya mahasiswa, mengerjakan dan termasuk saya sendiri mengerjakan skripsi untuk syarat kelulusan dan merasa bangga, juga ingin di hormati karena skripsi yang saya buat terlalu amat rumit dan tidak jarang orang tahu…begitu kesannya yang saya rasakan, sehingga saya membuat tugas ini terasa beban yang sangat berat, dan membebani pikiran saya berhari-hari.
bagaimana mungkin seseorang yang bodoh dan berkhayal bisa diterima kontribusinya oleh dunia, yang setiap harinya tidak lain cuman melamun menemukan ide, sambat sana-sini, dan pamer kepada teman tentang istilah-istilah baru yang jarang didengar oleh orang lain, seakan-akan kita adalah ahli dalam informasi, tapi nyatanya adalah kekosongan belaka, kekosongan yang haus akan kehormatan, sesuatu yang tidak juga disenangi dan dibenci oleh mereka, yang ahli dan pakar atau ilmuwan.
juga benar ketika saya ditanya oleh orang lain, kenapa saya ambil jurusan IT karena kebanyakan (katanya) dunia komputer ini menjajikan masa depan ayng lebih cerah, dan passion kita jadinya adalah karen uang, atau jabatan, dan menyesal saya karena melakukan ini semua tanpa tindakan yang benar-benar atas hati nurani saya.
menyesal adalah pekerjaan yang jelek dan tidak bagus untuk kita teman.
-
Archives
- April 2008 (1)
- March 2008 (1)
- January 2008 (3)
- November 2007 (2)
- September 2007 (3)
- August 2007 (12)
- July 2007 (25)
- June 2007 (20)
- May 2007 (15)
- April 2007 (21)
- March 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS